Di Segmen MPV Murah, Toyota Andalkan Calya

- July 14, 2017
Mobilgres.com - Calya jadi satu diantara pemain di segmen baru, ” MPV murah” atau ”entry MPV”, disadari berhasil isi satu diantara kolom narasi positif Toyota di Indonesia. Jenis ini jadi yang paling berhasil diantara pemain beda sekelas, bahkan juga bila dibanding sang saudara kembar, Daihatsu Sigra.

Ini juga sebagai penyebab mulai dinamisnya pasar MPV nasional. Calya yang masuk kelompok low biaya green car (LCGC) atau Kendaraan Irit Bahan Bakar serta Harga Terjangkau (KBH2), membuat level baru di segmen mobil serbaguna, menjelma jadi sosok mobil yang mewakili keperluan orang dengan banderol yang tambah lebih terjangkau.

Toyota Calya
Toyota Calya
Dari data Paduan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mulai sejak Calya-Sigra datang, pasar MPV jadi semakin dinamis, serta sudah pasti, berkembang mencolok. Calya yang lahir pada Agustus 2016 sampai April 2017 lantas, telah terjual 80. 000-an unit.

Pada tiga bln. pertama 2017, mobil yang diklaim miliki kemampuan 7-penumpang murni ini terjual 26. 928 unit. Calya memberi peran 54, 5 % pada pasar LCGC, sekalian menyumbang 17, 4 % di pasar MPV dengan nasional.

Pencapaian ini ada jauh diatas kompetitornya, seperti Daihatsu Sigra—pesaing 1/2 saudara—atau juga Datsun Go yang angka penjualannya semasing 9. 904 unit serta 2. 344 unit pada periode yang sama.

Calya pernah sempat ”menyeruduk” sedikit-sedikit sang kakak di awal-awal kehadirannya, Toyota Avanza. Namun buat menggeser sang kakak, rasa-rasanya masih tetap cukup susah, karna hingga sekarang ini Avanza begitu kuat di segmen MPV, atau lebih khusus low MPV.
Kembali sekali lagi, kita mesti mengaku, Calya melahirkan fenomena sendiri. Berspesifikasi terbatas jadi kendaraan LCGC, mobil ini dipandang dapat penuhi harapan beberapa orang-orang Indonesia yang memanglah senang pada type kendaraan keluarga atau MPV.

LCGC

LCGC dimulai terbitnya Ketentuan Pemerintah (PP) Nomor 41 Th. 2013 yang lalu dibarengi keluarnya Ketentuan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 mengenai Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Irit Daya serta Harga Terjangkau.
Dasarnya pemerintah memberi insentif pada mobil yang dapat penuhi spesifikasi spesifik.
Pengembangan produksi LCGC adalah sisi kebijakan pemerintah mendorong penambahan kekuatan industri otomotif nasional dengan sarana berbentuk kemudahan Pajak Bertambahnya Nilai atas Barang Elegan (PpnBM).

Mobil yang dapat masuk dalam program ini miliki prasyarat diantaranya memiliki mesin terbatas pada kendaraan 980-1. 200 CC untuk memiliki bahan bakar bensin, serta 1. 500 cc untuk diesel dengan mengkonsumsi minimum 20 kpl. Ketetapan type BBM mesti dipenuhi yaitu minimum research octane number (RON) 92 untuk mesin bakar cetus api serta cetane number (CN) 51 untuk mesin diesel.

Ketetapan yang lain yang penting yaitu harga jual yang dibanderol maksimum Rp 95 juta untuk harga basic pada 2013, dengan range penyesuaian harga berdasar pada pemakaian tehnologi transmisi automatis maximum sebesar 15 %, pemakaian tehnologi pengaman penumpang maximum sebesar 10 %.

Penyesuaian harga dapat juga dikerjakan dari sekian waktu sesuai sama perubahan tanda ekonomi seperti inflasi, nilai ganti rupiah serta bahan baku.
Advertisement

 

Start typing and press Enter to search